Wednesday, August 5, 2020

Dianggap Menyimpang, Ribuan Warga Kluet Raya Bubarkan Kegiatan MPTT di Aceh Selatan



KLUET RAYA - ACEH SELATAN | Ribuan massa dari berbagai wilayah di Kluet Raya kembali mengagalkan kegiatan MPTT di Desa Simpang Empat Kluet Utara (05/08/2020), dan sebelumnya tanggal 29/07/2020 masa juga menurunkan atribut MPTT di tempat yang sama.
Masyarakat mengetahui kedatangan rombongan MPTT dari Labuhahaji menuju Desa Simpang Empat, karena sebelumnya rombongan ini mampir di Kantor Cabang Kepegawaian Aceh di Desa Gampong Baroe Kecamatan Pasi Raja Aceh Selatan.
Mengetahui ada jamaah MPTT masyarakat langsung mendatangi kantor tersebut untuk meminta pengikut MPTT pergi meninggalkan wilayahnya. Terlihat Keucik, Kadus dan para tokoh agama desa setempat menegur kepala kantor tersebut, dan mengingatkan agar tidak menerima pengikut MPTT di wilayah mereka.

Dalam aksi tersebut, tidak terjadi keributan dan rombongan MPTT pun keluar meninggalkan perkarangan kantor melanjutkan perjalanan ke Bakongan untuk melakukan kegiatan disana. Sekitar pukul 20.30 beredar kabar rombongan MPTT mampir melaksanakan kegiatan di Desa Simpang Empat Kluet Utara, kabar ini tersebar sangat cepat, dan membuat gelombang masa terus berduyun-duyun menuju lokasi, amatan kami ribuan orang dari berbagai wilayah Kluet memenuhi jalan raya Tapaktuan-Medan dan membuat arus lalu lintas macet.
Setelah ribuan warga berkumpul, mereka langsung meminta jamaah MPTT untuk bubar, amarah warga terus memuncak, dengan berteriak “hana male” tidak malu, sudah ditolak masih memaksa diri dan sebagainya. Melihat masa makin marah, oleh beberapa Teungku Dayah yang hadir coba menenangkan masa, dan meminta warga menahan diri, kemudian rombongan MPTT dilindungi menuju mobil yang terparkir di halaman tempat kegiatan. Masa terus menyorati dengan berbagai bentuk ucapan lainnya.
Dalam orasi, Tgk. Saiful Jamal mengaku kecewa atas sikap MPTT yang memaksa diri masuk ke wilayah Kluet Raya, dan mengusik ketentraman wilayah ini, pada hal baru dua hari yang lalu kedua belah pihak (MPTT dan MPMT) melakukan diskusi di Dayah Babussa’adah Teupin Gajah.
Diskusi penuh damai dan rasa persaudaraan, kedua belah pihak menyampaikan saling menghormati, pihak Teungku Dayah Kluet menghormati Abuya dan tidak menghina kegiatan MPTT ditempat lain, dan pihak MPTT juga diminta menghormati kearifan lokal Kluet Raya dengan tidak membuat kegiatan di wilayah Kluet Raya, karena masyarakat disini belum menerima paham yang di ajarkan oleh MPTT.
Tapi malam ini mereka kembali melanggar dan tidak menghormati keputusan dan himbauan yang ada tersebut, mereka tidak menghormati kesepakatan dan surat edaran penolakan yang ditandatangani oleh seluruh Pimpinan Dayah di Kluet Raya. Untuk itu Tgk. Saiful mengimbau mari kita jaga Tanah Kluet agar tidak ada ajaran MPTT, sampai pada ujung Tanah Kluet jika mereka melakukan kegiatan MPTT masyarakat siap menggagalkannya, katanya.
Masyarakat dan Teungku Dayah tetap menolak ajaran MPTT ini, karena tidak sesui dengan ajaran dan pemahaman yang di tinggalakan oleh Abu Teupin Gajah dan Abon Kotafajar, ungkap Tgk. Saiful Jamal.

No comments:
Write komentar

Tinggalkan Komentar!