Tuesday, January 19, 2021

Apa Itu Ba’alawi? Sekilas Tentang Sejarah 5 Masjid Ba’alawi Di Dunia

 


Sekilas Tetang 5 Masjid Ba'lawi di Dunia.


 )*Penulis: Ayah Ilham (AY)

 

Kabar Wafatnya Ulama Kharismatik Aceh, Sayyid. Al-Habib Muhammad bin Achmad al-Attas di Simpang Ulim Aceh Timur sangat besar kaitannya dengan Masjid Ba’lawi yang beliau bangun di akhir hayatnya.

 

Kabar masjid menjadi senter, namun sebagian dari kita tidak mengetahui apa maksud masjid Ba’alawi yang sering dikabarkan sebagai masjid Ba’lawi ke-5 di dunia.

 

Masjid ini bukan saja viral karena di bangun oleh satu orang, seperti Masjid Haji Keuchik Leumik di Banda Aceh, atau Masjid Al-Hanif Cemara Medan yang dibangun oleh H. Anif.


Potret Kemegahan dan Keindahan Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan

 

Tapi masjid Ba’alawi punya akar sejarah panjang dengan berbagai filosofis lahirnya masjid tersebut.

 

Untuk itu kami coba menyampaikan sedikit informasi terkait Masjid Ba’alawi yang ada di dunia, namun sebelumnya kita kembali pada sejarah Ba’alawi itu sendiri.

 

Ba’alawi adalah penisbahan nama marga keteurunan Rasulullah yang Hijrah ke Yaman sekitar tahun 319 H.

 

Yaman tempoe Duloe hanya di huni oleh dua suku saja, pertama Suku Arab asli Yaman keturunan Nabi Nuh as, dan Suku Ba’alawi Keturunan Rasullaullah yang Hijrah Ke Yaman pada abad ke-3.

 

Kemudian nama ini terkenal pada sebuah tarekat sufi Islam Sunni, tarekat ini didirikan oleh Imam Muhammad bin Ali Ba’alawi, bergelar al-Faqih al-Nuqaddam (lahir di Tamrin Yaman 574 H / 1178 M – wafat 653 H / 1256 M).


 


Kiprah Abu Paloh Gadeng, Ulama Intelektual Islam Yang Berpengaruh Di Aceh


Tarekat ini berkembang pesat di tangan Imam Abdullah bin Alawi al-Hadad, penyebaran terbesar tarekat ini di Yaman, Indonesia, Singapura, Kenya, Tanzania, India, Pakistan, Hijaz dan sebahagian Uni Emirat Arab.

 

 

Jadi, masjid Ba’alawi adalah sebuah masjid yang penamaannya dinisbahkan pada suku keturunan Rasullah yang menetap di Tamrin Yaman di sebelah Timur kota Tamren.

 

Masjid ini dibangun oleh regenerasi Ba’lawiyah yang ada di dunia, setidaknya terdapat 5 buah bangunan masjid Ba’lawi saja yang ada di dunia, Pertama Masjid Ba’lawi Tamren, Yaman, Kedua Masjid Ba'lawi Riadhah Yaman, Ketiga Masjid Ba’lawi Singapura, Keempat Masjid Jamik Ba'lawi Jambi Indonesia, dan terakhir Masjid Ba’lawi di Aceh Timur Indonesia.

 

 

Berikut sekilas tetang Masjid Ba’alawi

 

1.     1. Masjid Ba’alawi Tamren, Yaman.

 

Masjid Ba’lawi Pertama Terletak disebalah Timur Kota Tamren Yaman, didirikan pada abad ke 6 H, oleh al-Imam Ali bin Alwi Kholil Qosam, kemudian dilanjutkan oleh al-habib Abdullah Ba’lawi bin Alwi al-Ghuyur bin Faqihul Muqaddam.

 

Habib abdullah dikenal sangat dermawan, beliau mewakafkan seluruh hartanya, tanah miliknya, kebun kurma, uang, emas dan dirham, yang bernilai milyaran untuk membangun dan kemaslihatan masjid Ba’lawi ini.

 

Karena itu masjid ini sangat makmur dari awal sejarah berdirinya, harta sang Habib digunakan untuk pengembangan masjid, masjid Ba’lawi Tamren juga memfasilitasi orang-orang hijrah, penziarah, dan santri yang dalam perjalanan mushafir ilmu, dengan menyediakan fasilitas dan makanan di bagian pojok Masjid.

 

Masjid ini juga menampung para miskin yang tidak ada tempat tinggal, karena itu masjid ini sangat banyak dikunjungi oleh masyarakat, dan menjadi sebuah masjid tempat beramal dan belajar para wali, di masjid ini banyak lahir ulama-ulama yang belajar agama dari berbagai ulama dunia yang datang kemasjid ini.

 

 

2.     2. Masjid Ba'lawi Huraidha Yaman

 

Mengenai Masjid Ba'lawi Huraidha Yaman kami belum menemukan referensi atau penjelasan yang jelas, namun jika para pembaca ada yang mengetahui boleh tulis komentarnya dibawah.

 

 

3.    3. Masjid Ba’lawi Bukit Timah Singapure.

 

Masjid Ba’lawi Ketiga terdapat di Singapure, didirikan oleh al-Habib Muhammad bin Salim bin Ahmad bin Hasan al-Attas pada tahun 1952 di Bukit Timah Singapur, sekarang dipimpin oleh Imam Besar al-Habib Hasan al-Attas.

 

Sejarah awal berdirinya Masjid ini dibangun dengan tujuan sebagai tempat ibadah sebuah universitas, namun terakhir universitas ini ditutup, akhirnya masjid Ba’lawi Bukit Timah ini di buka untuk umum.

 

Uniknya fasilitas masjid ini bukan saja di buka untuk kalangan Muslim, tapi setiap suku agama dibolehkan berkunjung kemasjid ini, selain tempat ibadah masjid ini juga sebagai Museum yang mengoleksi buku klasik peninngalan Islam, dan Masjid Ba’lawi Singapure ini sudah menjadi ikon kerukunan umat beragama di Singapure.

 

Jadi tidak heran jika para mushafir atau pelacong  yang datang ke negeri Singapure, baik urusan bisnis atau berwisata, memilih Masjid Ba’lawi ini sebagai tempat penginapan sementara, termasuk para pelaku bisnis dari agama Kristen, Hindu dan sebagainya datang ke masjid ini.

 

 

4.    4.  Masjid Jamik Ba'lawi Jambi, Indonesia

 

Masjid Ba'alawi Ke-Empat terdapat di Jambi, Tepatnya di Kelurahan Tahtul Yaman, Arab Melayu, Kec. Pelayangan, Jambi Kota Seberang. Masjid ini didirikan Oleh al-Habib Husein bin Ahmad Baraqbah atau di Jambi lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Keramat Tambak.

 

Beliau merupakan peletak Peradaban pertama Jambi sekitar abad 17 M, (sebagian pakar abad 18). Beliau hijrah dari Tarim Hadramaut Yaman. Berasal dari Kampun Ba'lawi sebelah Timur Kota Tamrin. Selain tempat ibadah, awalnya masjid ini digunakan sebagai madrasah dan pusat penyebaran syariat Islam Jambi abad 17-18 M.

 

Masjid ini memiliki luas tanah 2.124m, dengan luas bangunan 441m, dapat menampung 400 orang jamaah. Masjid ini sekarang menjadi salah satu pusat wisata religi Jambi, Pemerintah setempat sangat berkomitmen menjaga peninggalan sejarah ini. Merawat serta menjaga nilai religius yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

 

5.    5.  Masjid Ba’lawi Simpang Ulim Aceh Timur

 

Masjid Ba’lawi Kelima di dunia terletak di Desa Pucok Alue Dua, Kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur Indonesia, di sebuah Provinsi paling Barat di Indonesia, masjid ini didirikan oleh Sayyid. Al-Habib Muhammad bin Achmad al-Attas, Beliau adalah seorang ulama kharismatik Aceh.

 

Masjid ini seyokyanya diresmikan oleh al-Ustaz. Prof. Dr. Abdusomad, MA, atau yang lebih akrab disapa UAS, seorang da’i Internasional asal Riau Indonesia pada tanggal 17 Januari 2021. Namun beliau batal datang, karena kondisi Covid-19 yang sedang menimpa Indonesia dan dunia umumnya.

 

Masjid ini didirikan seorang diri oleh al-Habib sebagai amal ibada beliau kepada Allah. Habib Muhammad dikenal shalih, sejak kecil beliau sudah terbiasa dengan kebaikan, pada usia remaja beliau hijrah ke Medan dan kemudian melanjutkan hijrah ke Jakarta, sampai akhirnya beliau mengembara ketanah suci Mekkah al-Mukramah dan menetap disana selama 13 Tahun.

 

Di usia senja beliau memutuskan kembali ketanah kelahiranya Simpang Ulim Aceh Timur, dengan sebuah semangat ingin mendirikan sebuah Masjid Ba’lawi kelima setelah Singapure, Yaman, dan Jambi.

 

Kedatangan beliau ke Aceh mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, hampir semua ulama, para Pinpinan Dayah dan tokoh Aceh datang menjumpai beliau, setelah para tamu datang beliau menunjukkan masjid yang sedang baliau bangun, dan meminta untuk shalat disana, jadi siapa saja yang datang bersilaturahmi dengan beliau pasti melaksanakan shalat di Masjid Ba’lawi ini.

 

Beliau tidak pernah meminta bantuan kepada siapa pun, termasuk kepada pemerintah, karena itu, untuk mendukung cita-cita mulia beliau, para jamaah selalu memasukkan sadakah ke dalam celengan masjid dengan jumlah kecil ataupun besar, uang tersebut beliau gunakan seluruhnya untuk mempercepat pembangunan masjid Ba’lawi miliknya.

Akhirnya, dalam waktu relatif singkat, masjid ini selesai dengan cepat, dan diresmikan tepat satu hari sebelum beliau kembali kepada Allah dalam usia 79 tahun (1942-2021).

 

Selamat jalan Guru kami, Syekh Sayyid al-Habib Muhammad bin Achmad Al-Attas, insyallah Sorga Allah sebaik-baik tempat pembalasan. Amin.(*)

 


*) Ayah Ilham atau bernama lengkap Tgk. Ilham Mirsal, S.Pd.I, MA adalah alumni dayah Madinantud Diniyah Babussa’adah Teupin Gajah, Aceh Selatan, dan menjabat sebagai wakil ketua organisasi Alumni Dayah tersebu yang dikenala dengan IKABAS (Ikatan Alumin Dayah Babussa’adah).  Selain itu beliau juga merupakan salah satu dosen di STAI Tapaktuan, Aceh Selatan. Sekarang beliau sedang menempuh program pendidikan S3 di salah satu universitas di Medan, Sumatera Utara.

1 comment:
Write komentar

Tinggalkan Komentar!