Sunday, March 31, 2019

Sekilas Asal Usul Nama dan Panca Gelar 'ACEH'


Aceh merupakan daerah terkhusus istimewa dari provinsi lain yan ada di Indnesia. Aceh juga merupakan nafas terakhir dari adanya kemerdekaan Indonesia.
Oleh sebab itu wajar saja Aceh di istimewakan dengan melekat lima nama gelar sepanjang masa semenjak zaman kesultana Aceh.

Ada lima gelar melekat untuk provinsi Aceh, nama gelar tersebut antara lain; Serambi Makkah, Tanoh Rincong, Daerah Modal, Bumoe Iskandar Muda, Negeri Daerah Palawan.

Aceh teletak tepatnya di provinsi palin barat barat Indonesia, yaitu tepatnya di wilayah Sabang, dantak heran pula ada isilahnya ‘Negara Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang berjejeran dari sabang sampai Maraoke’.

Allah Ta’ala pun telak memberi takdir untuk daerah Aceh dengan banyak nama gelar yang uga sama dengan sila dari ideologi Pancasila dengan lima buah nama. Perlu diketahui, sebutan lima gelar nama Aceh ini bukan hanya sebutan semata, akan tetapi memang didapat dari proses sejarah sejak nama Aceh melekat. Disini pun perlu di pertegas semenjak zaman dahulu kala juga memiliki nama lain dari dari nama sekarang. Konon, nama Aceh kala itu belum ada yang mengenal. Lantas jua disebut dengan negeri ‘Poli’, terus ada juga nama paling dikenal ‘Pulo Ruja’. Yang berarti daerah yang berasal dari kain, sedangka pul artinya pulau.


Peta Aceh
Adapun’Ruja’ berarti kain, pun demikian menurut tambo sejarah. Diteluri dari tambo sejarah; asal usul darinama Aceh itu ialah sebagi akibat adanya usaha penyelamatn sebuah kapal yang karam. Ihwal tujuan perjalanan kapal tersebut hendak membawa arang dagan ke negeri Cina. Naas pas ditengah perjalanan kapl tersebut hamir saja tengelam, penumpang dan nakhoda sangat gelisah melihat hal ini. Sambilmereka menunggu maut datang dengan mamuji Tuhan dan meminta pertolongan-Nya. Kendati demikian dalm kapal itu juga ada penumpang seorang ulama, kaeadaan beliau nampak tenang saja. Tiba-tiba sang ulama meleparkan serban ke dalam laut, dalam waktu sekejab mata, lautpun mejadi tenang. Singkat cerita keesokan harinya permukaa laut disekitaran kapal tersebut menjadi daratan. Lama-lama daratan itu menjadi semakin melebar. 

Hal ini erjadi dari serban sang Ulama, yang telah dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Itulah menurut cerita orang tua di aceh. Dan daratan ersebut semakin melebar dan berbentuk sebuah pulau. Sebab pulau ini berasal dari kain, maka dari itu pun orang-orang kala itu memberi nama pulau tersebut dengan sebutan pulau Ruja dan sekarang dikenal dengan sebutan pulau Sumatera.

Kendati pun demikain untuk sebutan asal nama ‘Aceh’ adlah perkembangan yang terakhir dari dari lahirnya pulau Ruja. Tak lain juga karena sebab adanya peritiwa yang . Adapun sebutan nama ‘Aceh’ ada versi sejarah menyebutka.

Versi pertama menyebutkan asal mula nama Aceherjadi dari proses perstiwa dauorang perempuan kakak beradik. Konon, pada suatu ketika adiknya hamil, hal ini telihat dari perutnya kian hari yang semakin membesar. Kala itu mereka berada dalam kapal. Melihat hal itu si kakak nampak biasa saja. Secara tak diduga, si kakka nampak normal saja, pada suatu hari dia melahirkan seorang anak lelaki. Sedangkan sang adik, kala itu suda sembilan hamil, sampai saat waktu melahirkan, juga tak lahir. Singkat cerita beberapa bulan kemudian baru dia melahirkan seorang anak perempuan.

Dapat dismpulkan dari peristiwa aneh ini maka timbullah istilah nama ‘Aceh’. Sebab ketika sang kakak mehirkan putranya, mereka sedang menumpangi sebuah kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan, yang mereka tidak tidak tau nama daerahnya. Maka oleh sebab itu mereka memberi nama daerah baru tersebut  dengan nama ‘Aceh’. Nam tersebut pun diapdosi dari kejadian aneh di dalam kapal, yakni sang adik yang hamil dan pada akhirnya sang kakak yang melahirkan.

Maka dari bahasa penumpangdalam kapal tersebut dapat disimpulkan, Aceh teradpat dua kata, ‘A’ , berarti kakak. ‘CEH’ artinya melahirkan anak. ‘ACEH’, itu artinya kakak yang melahirkan anak. Jadi kalimat lengkap dari bahasa mereka dapat disimpulkan pula “adou nyang mume, A nyang ceh (adik yang hamil, kakak yang melahirkan)”.

Singkat cerita penumpang kapal menetap di daratan. Di daerah yang telah mereka beri nama Aceh tersebut. Menurut sejarah, mereka adalah penduduk gelombang pertama yang menetap di Aceh. Kendatipun demikian pakar sejarah sudah banyak meneliti dengan kebenaran cerita rakyat ini. Sebab hal seperti ini bukanlah hal baru, seperti pada Columbus katanya menemukan benua Amerika, dia member nama benua tersebut dengan Amerika.

Adapun versi kedua ada juga ceritanya begini, nama Aceh itu didapat dari sejumlah bangsa yang menetap di Aceh. Tau sendirilah dulunya Aceh merupakan wilayah strategis yang maju dalam urusan bisnis perdangan. Sampai bermacam etnis bangsa menetap dan berdagang di Aceh. Dulu sebelum ejaan di sempurnakan (EYD) penulisan “ATJEH”. Akibat banyaknya perkawinan campuran bangsa, maka termktublah dengan nama ATJEH, jika dipisahkan menurut huruf abjad, akan ada lima bagian kata. ‘A’, berasal dari kata Arab, jadi orang Aceh ada campuran darah ARAB. ‘T’ asal dari kata TJINA. ‘J’ berasal dari kata JEPANG. ‘E’ lahir dari kata EROPAH. Sedangkan ‘H’ adanya bangsa HINDUSTAN. 

Kesimpulannya orang-orang ATJEH ini berasal dari campuran bermacam bangsa, yaitu Arab-Tjina-Jepang-Eropah-Hindustan (India dan Pakistan). Jika dilihat veri cerita ini ada benarnya juga, sebab keadaan fisik orang aceh. Ada yang berkulit putih, kunig, hitam, sawo matang dan kuning langsat. Begitu pun dengan hudung merek ada yang mancung dan hidung yang pesek.


PANCA GELAR PROVINSI ACEH

Ada lima gelar melekat untuk provinsi Aceh, nama gelar tersebut antara lain; Serambi Makkah, Tanoh Rincong, Daerah Modal, Bumoe Iskandar Muda, Negeri Daerah Palawan.

SERAMBI MEKKAH

Nama ini melekat karena adanyan nama pengganti untuk daerah Aceh, nama ini ,elekat sejak Agama Islam menjadi aturan dalam kehidupan rakyat pada masa kesultanan Aceh Darussalam. Sebagaimana juga yang telah kita ketahui agama Islam ini diturunkan di negeri Arab. Agama Islam yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan penyempurnaan dari agama Islam sebelumnya. Nabi muhammad dilhirkan di kota Mekkah dan dapat dikatakan pusat sentral dari Islam adalah di mekkah. Dalam keputusan seminar mengenai awal masuk dan berkembangnya islam di nusantara, disimulkan bahwa agama Islam di anut oleh 90% rakyat Indonesia, pertama kalinya Islam dianut oleh orang yang ada di Perlak, Aceh Timur. Dalam seminar yang diadakan tahun 1960 di Medan, di Banda Aceh tahun 1978 dan di Perlak pada tanggal 25-30 September 1980.

Ketiga seminar yang diadakan pada tahun berbeda tersebut menyimpulkan tentang awal masuknya islam di Indonesia itu di Aceh. Tepatnya awal abad pertama langsung dari Mekkah. Setelah lama berkembang di Perlak, maka baru disebarkan ke seluruh dataratan nusantara. Karena Aceh merupakan daerah awal masuknya Islam langsung dari Mekkah di Nusantara maka Aceh diberi gelar ‘Serambi Mekkah’. Dalam istilah bahasa Aceh disebut Seuramoe Meukah. Hal inipun dapat dilihat dari rupa rumah adat aceh bertiang tinggi. Seperti bagian lantai rumah Aceh tidak datar atau sejajar pada keseluruhan rumah. Kendatipun demkian dengan bertingkat-tingkat, rumoh Aceh ada dua buah Seuramoe 9sermabi), sebuah seuramoe disebut  seuramoe inong (kamar istri), dan ada ruang tiphiek (ruang dapur).

Dimulai dari seuramoe leun (serambi depan) yang diselang dengan rumoh inong dan rambat yang lebih tinggi. Dengan demikian maka Aceh diberi gelar negeri SERAMBI MEKKAH itu adalah sebutan Aceh yang di istimewakan. Dalam catatan sejarah pelaksanaan agama Islam di masa lalu di Aceh sangat murni. Rakyat yang bernaung dibawah keusultnan Aceh Darussalam sangat menjujung tinggi aturan kehidupan berdasarkan hukum Syari’at Islam yang Kafah (sempurna). Dahulu jika orang di nusantara mau berhaji, maka mereka haru singgah dulu di aceh dan berangkat dari Aceh. Karena Aceh kala itu merupakan pintu gerbang untuk berlayar ke Mekkah.


TANAH RENCONG

Sebutan tanah Rencong ini disebutkan karena julukan khas berasal dari senjata yang dimiliki orang aceh yakni Rincong (rencong). Rincong pada masa dahulu adalah alat kebesaran bagi rakyat dan orang patut-patut (ureueng uko-ukok). Rencong ini berbentuk melekung dan jika ditelusuri berbentuk tulisan Arab dengan kalimat quran yaitu lapaz Bismillahirrahmanirrahimi.

Maka inilah sebuah tanda Seni kebudayan Islam terpateri di Rencong, bahwa Islam masuk sampai ke  hati sanubari orang aceh.Semua seni dan budaya juga berdasarkan syariat Islam. Rencong ini juga sebagai pernak pernik hiasan kebesaran raja-raja Aceh kala itu yang dililitkan di pinggang bagian depan.


DAERAH MODAL

Gelar daerah modal melekat untuk daerah lantaran sejak masa Indonesia merebut kemerdekaan Aceh lah sebagai modal dan nafas terakhir kemerdekaan Indonesia. Dikala Indonesia yang baru berumur jagung hampir dirabut kembali oleh Belanda. Maka kala itu datang lah Soekrano ke aceh untuk mengemis meminta bantuan ke rakyat Aceh. Dari itu semua terkumpullah harta benda seperti emas dan laiinya sebagai modal kemerdekaan Indonesia. Harta itu diperuntuhkan untuk membeli pesawa terbang Seulawah 01 dan pesawat 02 sebagaimana dapat kita lihat reflika nya di lapangan Blang Padang Banda Aceh.

Selain itu juga Ada Radio Rimba Raya di Gayo yang mengabarkan ke dunia bahwa Indonesia masih ada yang tak dikuasai belanda yakni Aceh, maka setelah itu Indonesia tidak berhasil direbut Belanda. Ini merupakan bagian kecil cerita singkat mengenai sebutan Aceh Daerah Modal, lain kali akan kita tulis lebih detail lagi.


BUMI ISKANDAR MUDA

Provinsi Aceh juga disebut sebagai Bumi Iskandar Muda, sudah jelas ini ada hubungan dengan masa kejayaan yang dicapai pada masa pemerintahan sultan Iskandar Muda dalam memimpin Kerajaan Aceh (1606-1636). Sultan Iskandar Muda memerintah selama Tiga puluh tahun. Masa itu kesultanan Aceh mencakup Langkat, Deli, Tanjung Balai, Riau, Perak, Pahang, Johor, Kedah semua daerah tersebut adlaah semenanjung Melayu masuk wilayah Aceh.Angkatan Perang Aceh kala itu dapat mengusir penjajah Portugis di Malaka hingga mereka terpaksa lari ke Goa (India). Sampai saat inipun ada juga sebuah syair mengisahkan tentang kebesaran masa pemerintahan sultan Iskandar Muda. 

Syair itu berbunyi:

Nanggroe Aceh seuramoe Mekkah,
Nanngroe meutuwah pusaka kaya,
Nanggroe meusyuhu hasee leupah,
Lawet Peurintah Iskandar Muda,

Maksudnya:
Negeri Aceh ini serambi mekkah,
Negeri bertuah mempusakai kaya,
Negeri masyhur hasil berlimpah,
Masa pemerintah Sultan Iskandar Muda


NEGERI DARAH PAHLAWAN

Terahir Aceh disebut dengan Negeri Darah Pahlawan. Hal ini ada hubungannyan dengan masa yang yang terjadi pada proses perjuangan perlawanan terhadap Belanda. Puluhan tahun terjadi pertempuran terus-menerus selama 73 tahun di Aceh, bahkan perang terlama Belanda di Nusantara. 

Ketika Sukarno datang ke Aceh memnita bantuan dia sempat berpidato di Koeta Radja (sekarang disebut Banda Aceh), 15 Juni 1948 ini katanya: Saya mengetahui bahwa rakyat Aceh adalah pahlawan. Rakyat Aceh adalah contoh perjuangan kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia mengetahui akan hal ini, seluruh rakyat Indonesia melihat ke Aceh, mencari kekeuatan bathin dari Aceh, dan Aceh tetap menjadi obor perjuangan rakyat indonesia.

Demikialah uraian singkat tentang asal usul nama Aceh dan panca gelar nama Aceh, semoga dapat menjadi pelajaran penting dan ilmu pengetahuan bagi kita semua.Dan kita senantiasa dapat mengikuti jejak lelahur bagaimana Aceh ini dikembangkan dengan penuh semangat juang berdasarkan syariat Allah, dan semoga juga Aceh dapat menjadi negeri yang makmur dan beradap di mata dunia, amin ya rabbal’alamin.


Alhasil pun orang Aceh banyak tertipu dan tinggi bahu dengan pujian nama-nama gelar tersebut, maka waspdalah akan pujian kebesaran nama dan sejarah Aceh, sebab dari pujian mereka kita akan mudah dibujuk rayu, hehehe.

Referensi artikel ini sebagianya dikutip dari tulisan T. A Sakti dan bersumber dari sumber lainnya.

No comments:
Write komentar

Tinggalkan Komentar!